hover animation preload

Isim Isyaroh (kata tunjuk)
by Blog Pusat Belajar in

Isim isyaroh adalah isim ma’rifah bersifat mabni (konstan) yang memiliki arti sebagai kata tunjuk. Isim isyaroh terbagi menjadi 3 macam :

1. Isim isyaroh yang berarti kepemilikan

Harf-harf dari isim isyaroh ini ialah:
(Dza) ذا = “milik/punya” untuk mudzakar (laki-laki) mufrod (tunggal)
(Dzan) ذان = “milik/punya” untuk mudzakar (laki-laki) mutsannah (2 orang)
(Dzi) ذى dan (Dzuhu) ذه dan (Tuhu) ته = “milik/punya” untuk mu’annats (perempuan) mufrod (tunggal)
(Tan) تان = “milik/punya” untuk mua’nnats (perempuan) mutsannah (2 orang)
(Ula i) أولاء = “milik/punya” untuk mudzkar (lk) dan mu’annats (pr) Jamak

2. Isim isyaroh ilal qorib (اسم لإشارة إلى القريب) atau Isim isyaroh bi shifatin ‘amah (اسم الإشارة بصفة عامة) atau Isim isyaroh Ha at-tanbih (اسم الإشارة هاء التنبيه) ialah kata tunjuk yang menunjukan pada sesuatu yang dekat.

Harf-Harf dari isim isyaroh ini ialah:

(Hadza) هذا = “Ini” untuk mudzkar (laki-laki) mufrod (tunggal)
(Hadzan) هذان = “Ini” untuk mudzkar (laki-laki) mutsannah (2 orang)
(Hadzihi) هذه = “Ini” untuk mu’annats (perempuan) mufrod (tunggal)
(Hatan) هاتان = “Ini” untuk mu’annats (perempuan) mutsannah (2 orang)
(Haulai) هؤلاء = “Ini” untuk mudzkar (lk) dan mu’annats (pr) Jamak
(Ha Huna) هاهنا atau ههنا = “Di sini”

3. Isim isyaroh ilal ba’id (اسم الإشارة إلى البعيد) yakni isim isyaroh (kata tunjuk) yang menunjukan pada sesuatu yang jauh.

Harf-Harf dari isim isyaroh ini ialah:

(Dzalika) ذلك atau (Dzaka) ذاك = “Itu” untuk mudzkar (laki-laki) mufrod (tunggal)
(Tilka) تلك = “Itu” untuk mu’annats (perempuan) mufrod (tunggal)
(Dzanika) ذانك = “Itu” untuk mudzkar (laki-laki) mutsannah (2 orang)
(Tanika) تانك = “Itu” untuk mu’annats (perempuan) mutsannah (2 orang)
(Ulaika) أولئك = “Itu” untuk mudzkar (lk) dan mu’annats (pr) Jamak

Mulahudzha (ملحوظة) Catatan :

• Isim isyaroh ialah isim yang mabni (konstan) kecuali untuk (Hadzan) هذان dan (Hatan) هاتان kedua harf ini mu’rob (dapat di-I’rob/variabel) yang menunjukan mutsannah (2 orang).

Contoh ketika berkedudukan Rofa’:
(Hadzana Tholibana) هَذَانَ طَالِبَانَ = Itu dua orang mahasiswa

Ket: (Hadzana) هَذَانَ menempati kedudukan rofa’ karena mubtada, sedang (Tholibana) طَالِبَانَ menjadi khobar-nya yang rofa’ pula.
Contoh ketika berkedudukan Jar/Hafadz:
(Zhurtu fi Hadzani Makanani) زُرْتُ فىِ هَذَانِ المَكَانَانِ = Saya berkunjung ke dua tempat ini.

Ket: (Zhurtu) زُرْتُ sebagai fi’il dan fai’l yang berada pada dhomir “tu” yang muttashil, sedangkan (fi Hadzani Makanani) فىِ هَذَانِ المَكَانَانِ sebagai jar-majrur dan mutsannah ketika bertemu dengan huruf yang men-jar-kan (Jar dan Zhorof) maka harus kasroh.

• Isim isyaroh yang mabni (konstan) akan menjadi tetap ditulis apa adanya meskipun menempati kedudukan Rofa’, Nashob, dan Jar/Hafadz.

Contoh :
(Hadzihi madrosatul lughotil ‘arobiyah) هَذِهِ مَدَرَسَةُ اللُغَةِ العَرَبِيَّةِ = Ini sekolah bahasa Arab

Ket: (Hadzihi) هَذِهِ ditulis tetap tidak (Hadzihu) هَذِهُ karena mabni (konstan) dengan kasroh, meskipun menempati kedudukan rofa’ karena mubtada yang mengharuskan jika mufrod (tunggal) harus di-dhommah-kan. Sedangkan (Madrosatul lughotil ‘arobiyah) مَدَرَسَةُ اللُغَةِ العَرَبِيَّةِ menjadi khobarnya yang harus rofa’ pula.

• Jika isim isyaroh setelahnya terdapat isim yang menggunakan alif-lam maka kedudukan isim yang menggunakan alif-lam itu menjadi badal (pengganti) dari isim isyaroh yang sebelumnya.

Contoh :
(Hadzal Tholibu Mujtahidun) هَذَا الطَّالِبُ مُجْتَهِد = Ini mahasiswa yang bersungguh-sungguh.

Ket: (Hadza) هَذَا menjadi mubtada, (at-tholibu) الطَّالِبُ menjadi badal dari (hadza) هَذَا, sedangkan (mujtahidun) مُجْتَهِد menjadi khobar-nya.

• Pasangan isim isyaroh yang mufrod mu’annats yakni (Hadzihi) هذه ialah dengan (Tilka) تلك dan untuk isim isyaroh mufrod mudzakar (Hadza) هذا dengan (Dzalika) ذلك . Begitu juga dengan isim isyaroh untuk jamak pasangan (Haulai) هؤلاء dengan (Ulaika) أولئك .

Contoh:
(Hadzihi Mabani ‘aliyah wa tilka miyadina fasihah)
هَذِهِ المـَبَانِى عَالِيَة وَ تِلكَ المِيَادِيْنَ فَسِيْحَة = Ini bangunan yang tinggi dan itu lapangan yang luas.

• Dimasuki huruf “Kaf” al-tasybiyah untuk isim isyaroh “(dza) ذا “ menjadi “(kadza) كذا “ yang bermakna “seperti”.

Contoh:
(‘alimtu ‘aliyan fadilan wa ‘alimtu akhohu kadza)
عَلِمْتُ عَالِيّاًَ فَاضِلاًَ وَعِلِمْتُ أَخَاهُ كَذَا = Saya belajar sangat giat seperti belajarnya saudara saya.

Download Dokumen

0 komentar:

Poskan Komentar